Perilaku Konsumen Dalam Proses Pebelian Pepsodent
PERILAKU KONSUMEN DALAM PROSES
KEPUTUSAN PEMBELIAN PASTA GIGI PEPSODENT
1. Latar Belakang
Pasta gigi merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi pemeliharaan
dan kesehatan gigi dan gusi. Kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan
gigi membuat produsen pasta gigi sering kali mengeluarkan pasta gigi jenis
baru. Hal ini dapat dilihat di pasaran, bahwa pasta gigi yang ada tidak lagi
seperti pasta gigi dengan rasa segar, tetapi sudah sangat beragam macamnya.
Keputusan konsumen untuk membeli suatu produk dipengaruhi oleh faktor
perbedaan individu, pengaruh lingkungan, dan proses psikologis. Faktor-faktor
tersebut berguna bagi pemasar untuk mengidentifikasi para pembeli potensial
terhadap suatu produk, mengembangkan produk dan menerapkan promosi untuk
menarik perhatian dan memberi tanggapan yang kuat dari konsumen. Pasta gigi
Pepsodent sebagai market leader perlu mendeskripsikan kembali
faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen. Deskripsi tersebut kemudian
dimasukkan dan diolah dalam tahap-tahap proses keputusan pembelian konsumen.
Tahap-tahap proses keputusan dimulai dari tahap pengenalan
kebutuhan dan berakhir pada tahap hasil keputusan pasca pembelian. Pengaruh lingkungan
dan perbedaan individu mempengaruhi setiap tahapan proses keputusan konsumen,
yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian
dan hasil pembelian. Proses psikologis lebih banyak terkait dengan tahapan
pengenalan kebutuhan dan pencarian informasi, serta berkaitan dengan variant
dari pasta gigi Pepsodent tersebut, maka perlu diketahui kepuasan yang
dirasakan oleh konsumen.
2. Perumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka dapat dirumuskan masalah
sebagai berikut :
1. Faktor
apa saja yang membuat para konsumen selalu mencari merek Pepsodent?
3. Analisis
Masalah
Pepsodent adalah satu-satunya merek pasta gigi di Indonesia
yang benar-benar menjalankan misinya. Bekerja sama dengan Departemen Pendidikan
dan Kesehatan Pemerintah Indonesia dan diakui oleh Persatuan Dokter Gigi
Indonesia (PDGI), sejak tahun 1990an, Pepsodent telah menjalankan Program
Sekolah yang hingga tahun 2006 telah menjangkau lebih dari 3,2 juta anak-anak
berusia di bawah 12 tahun di seluruh Indonesia dan jumlah ini terus meningkat.
Program ini meningkatkan kebiasaan menyikat gigi secara benar dan semenjak dini
untuk mencegah masalah gigi khususnya gigi berlubang.
Pepsodent
memahami bahwa banyak bagian di Indonesia yang mengalami masalah gigi dan juga
dihadapkan pada masalah rendahnya jumlah dokter gigi dan jumlah penduduk itu
sendiri. Itulah sebabnya mengapa program Pemeriksaan Gigi Gratis Pepsodent
khusus dirancang untuk menjangkau orang-orang ini dengan memberikan perawatan
dan pendidikan gigi gratis dengan cara yang menyenangkan dan memungkinkan untuk
dilaksanakan dengan program ini, seluruh keluarga dapat memiliki kebiasaan
kesehatan mulut dan gigi yang lebih baik. Ini juga merupakan usaha untuk
mendorong rakyat Indonesia mengunjungi dokter gigi secara rutin sebagai bagian
dari kebiasaan pencegahan gigi berlubang.
- Menurut WHO pembusukan gigi masih menjadi masalah utama kesehatan di sebagian besar negara industri karena masalah tersebut menyerang 60%-90% anak-anak usia sekolah dan sebagian besar orang dewasa.*
- Sekitar 63% penduduk Indonesia menderita masalah pembusukan gigi serius, rata-rata 1,89 kebusukan gigi per orang (Sumber: Sesanas 1998 dan SKRT 1995)*
- Sekitar 1,3% penduduk Indonesia memiliki masalah gigi setiap bulan yang mencapai rata-rata 3,86 sehari di sekolah dan kantor (Sumber: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Nasional, Depkes-RI; Persepsi dan Motivasi dari Masyarakat Peduli Gigi – Survei Ekonomi & Sosial Nasional, 1998).
Manfaat setiap
jenis pasta gigi berbeda-beda sesuai dengan spesifikasinya masing masing.
Pepsodent dengan empat variant memiliki manfaat masing-masing sebagai berikut:
1. Pepsodent Complete Care
Pasta gigi
jenis ini bermanfaat untuk membantu mencegah gigi berlubang, mengurangi
pembentukan plak, menyegarkan nafas, mengurangi resiko radang gusi (gingivitis),
menghambat pembentukan tartar (karang gigi), dan gigi putih alami.
2. Pepsodent Perlindungan 12 Jam
Pasta gigi
jenis ini bermanfaat untuk melindungi gigi selama 12 jam setelah menggosok
gigi, memperkuat lapisan pelindung gigi, dan menjadikan gigi tetap sehat dan
kuat.
3. Pepsodent Plus Whitening
Pasta gigi
jenis ini bermanfaat untuk menjadikan gigi tetap sehat dan kuat serta membantu
mengembalikan warna putih alami gigi.
4. Pepsodent Herbal
Pasta gigi
jenis ini bermanfaat untuk memberikan sensasi sejuk dalam mulut, membantu
menjaga kesehatan gusi, dan sebagai anti kuman agar mulut tetap sehat.
·
Faktor-Faktor
Masyarakat memilih Pepsodent :
1. Waktu
Dari zaman Orang Tua kita hingga anaknya besar dan mungkin
bahkan sudah menikah sekarang , mereka tetap memilih produk Pepsodent dalam
membeli pasta gigi karena sudah terpercaya rasa dan kualitasnya.
2. Budaya
Faktor Budaya di Indonesia yang mengidentikkan Pepsodent
sebagai trademark pasta gigi. Setiap kali konsumen ingin membeli pasta gigi
pasti konsumen selalu berkata “Ibu beli Pepsodent nya satu “ kata-kata itu
selalu yang diucapkn konsumen , meski stock Pepsodent di warung tersebut habis
pasti konsumen selalu menyebutkan kata Pepsodent terlebih dahulu setiap membeli
pasta gigi.
3. Keluarga
Faktor Keluarga turun temurun dalam memilih memakai
Pepsodent sebagai pasta gigi nya juga mempengaruhi alasan mengapa masyarakat
memilih pepsodent sampai sekarang, karena sudah percaya akan kualitasnya yang
tidak berubah sampai sekarang.
4.
Kesimpulan
a.
Pepsodent
merupakan salah satu merek pasta gigi yang popular dan dikenal luas oleh
masyarakat. Merek ini mudah diingat oleh masyarakat di banding merek yang lain.
b.
Keunggulan
suatu produk memang menjadi factor determinan kedua yang mempengaruhi loyalitas
konsumen.
c.
Masyarakat
memilih pepsodent di pengaruhi oleh faktor waktu, budaya, keluarga.
d.
Loyalitas konsumen
terhadap produk Pepsodent tidak berarti mereka mengabaikan merek lain. Ketika
produk pepsodent tidak tersedia mereka akan mengganti dengan produk lain yang
sejenis meskipun berbeda merek.
5. Saran
Atribut Variasi jenis, Variasi ukuran kemasan, Bentuk kemasan juga
perlu ditingkatkan dengan prioritas dibawah dari atribut dengan prioritas utama.
Untuk atribut variasi jenis dan variasi ukuran kemasan, sebaiknya Pepsodent
perlu mengadakan penelitian mengenai selera konsumen terhadap jenis yang
diinginkan agar kepuasan konsumen dapat lebih ditingkatkan lagi. Sementara
untuk atribut bentuk kemasan, Pepsodent harus membuat tutup yang menempel pada
kemasan sehingga tutup tidak mudah hilang.
Komentar
Posting Komentar