ARTIKEL MASALAH PENILAIAN PRESTASI KERJA



Untuk melihat apakah seorang pekerja itu yang dilatih dan dikembangkan itu memperoleh manfaat dari apa yang mereka lekukan, maka perlu dilakukan evaluasi atau penilaian atas prestasi kerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pekerja dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya, tujuannya penilaian prestasi kerja adalah untuk mengetahui apakah seorang pekerja telah berkerja sesuai dengan standar-standar yang telah ditentukan sebelumnya.
Kita akan menggunakan istilah penilaian prestasi kerja untuk menggantikan proses kesinambungan dalam memberikan kepada bawahan umpan balik tentang seberapa baik kontribusi mereka terhadap perusahaan mereka kerja.
Proses penilaian prestasi kerja ini terjadi baik secara informal maupun secara sistematis:
1. Penilaian informal dilakukan dari hari ke hari, yaitu:
Seorang manajer secara spontan mengatakan bahwa suatu perkerjaan yang dilakukan oleh karyawannya apakah itu baik atau buruk. Penilaian informal dengan cepat mendorong prestasi yang diinginkan dan menghindarkan prestasi yang tidak diingunkan sebelum mendarah daging didalam perusahaan tersebut. Para pekerja harus memandang penilaian informal tidak hanya semata-mata sebagai suatu kejadian biasa tetapi sebagai suatu kegian penting.
2. Penilaian sistematis terjadi setiap setengah tahun atau setahun secara formal.
Penilaian seperti itu mempunyai 4 maksud utama:
·         Memungkinkan bawahan mengetahui secara formal prestasi mereka dinilai.
·         Mengetahui bawahan yang berhak atas kenaikan nilai.
·         Menemukan bawahan yang memerlukan latihan tambahan.
·         Memegang peran penting untuk mengindentifikasi bawahan yang merupakan calon untuk promosi.
1. Perlunya Menilai Prestasi
Sebenarnya ada beberapa alasan untuk menilai prestasi. Pertama, penilaian prestasi menyediakan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan tentang promosi dan gaji. Untuk kedua hal itulah penilaian paling sering digunakan.
Kedua, penilaian prestasi menyediakan kesempatan bagi manajer dan bawahan untuk bersama-sama meninjau perilaku bawahan yang berkaitan dengan perkerjaan. Semua orang pada umumnya membutuhkan dan menginginkan balikan tentang prestasi mereka (terutama sekali apabila hal itu menyenangkan) dan penilaian menyediakan balikan tersebut. Akhirnya, penilaian prestasi juga memungkinkan manajer bersama-sama dengan bawahan menyusun suatu rencana untuk memperbaiki setiap defisiensi yang dapat diketahui.

A. Langkah-langkah Dalam Menilai Prestasi
Penilaian prestasi terdiri dari tiga langkah: Mendefinisikan perkerjaan, menilai prestasi, menyediakan balikan. Pendefinisian perkerjaan berarti memastikan bahwa manajer dan bawahan bersama-sama sepakat atas hal-hal yang diharapkan tercapai oleh bawahan dan standar yang akan digunakan untuk menilai prestasinya. Penilaian prestasi berarti membandingkan antara prestasi aktual bawahan dengan standar yang ditetapkan dalam langkah pertama. Selanjutnya, penilaian prestasi biasanya mengharuskan adanya pertemuan-pertemuan dimana dalam kesempatan itu juga dirancang rencana pengembangan yang mungkin diperlukan.
B. Masalah-masalah yang perlu dihidarkan dalam penilaian prestasi
Dalam setiap langkah penilaian prestasi dapat timbul masalah-masalah. Sebagian upaya penilaian gagal karena bawahan tidak diberitahu sebelumnya tentang hal yang sesungguhnya manajer harapkan dari mereka dalam kaitannya dengan prestasi yang baik. Upaya penilaian lain gagal karena masalah-masalah yang timbul dari penggunaan format atau prosedur untuk menilai prestasi secara aktual; misalnya, supervisor yang toleran boleh jadi memberikan harkat “tinggi” bagi seluruh bawahan, meskipun banyak yang sebenarnya berprestasi tidak memuaskan. Masalah-masalah lain juga dapat timbul dalam sesi wawancara, yang antara lain meliputi perdebatan dan komunikasi yang buruk. Berikut ini kita akan membicarakan masalah-masalah tersebut dan cara menghidarkannya.
2. Cara Mendefisinikan Perkerjaan
Memperjelas Prestasi yang Diharapkan
Biasanya uraian perkerjaan tidaklah cukup menjelaskan hal-hal yang manajer inginkan untuk dikerjakan oleh bawahan, karena uraian perkerjaan pada umumnya tidak disusun bagi pekerjaan tertentu yang spesifik tetapi bagi kelompok-kelompok pekerjaan seluruhnya.
3. Cara Menilai Prestasi
·         Teknik Skala Pengharkatan grafik
Yaitu, teknik penilaian prestasi yang paling sederhana dan paling populer pengharkatan grafik.
·         Metode Pemeringkatan Berselang-seling
Yaitu, teknik penilaian pegawai yang populer dan sederhana lainnya adalah dengan memeringkat prestasi para pegawai dari yang terbaik sampai yang terburuk atas beberapa faktor.
·         Metode Perbandingan Berpasangan
Yaitu, metode ini membantu dalam lebih mengefektifkan metode pemeringkatan. Dalam metode ini setiap bawahan diperbandingkan satu sama lain secara berpasangan dalam tiap faktor (kuantitas perkerjaan, kualitas perkerjaan dan sebagainya).
·         Metode Distribusi Paksa
Metode ini serupa dangan cara, “memberikan nilai kepada kurva”. Dengan metode ini. Presentase pegawai yang akan diharkat yang telah ditetapkan sebelumnya ditempatkan dalam berbagai katagori prestasi.

Skala Pengharkatan Perilaku
Skala pengharkatan yang dikaitkan dengan prilaku bertujuan untuk mengkombinasikan manfaat yang diperoleh dari insiden kritis naratif dan pengharkatan kuantitatif dengan mengaitkan suatu skala yang dikuantifikasi dengan contoh-contoh yang spesifik dan naratif dari prestasi yang abaik atau buruk.
Penyusunan suatu skala pengharkatan perilaku secara khusus terdiri dari lima langkah:
1. Menghimpun insiden-insiden kritis.
2. Menyusun dimensi prestasi.
3. Merelokasi insiden.
4. Menyusun skala insiden.
5. Menyusun instrumen akhir.
4. Masalah Isu Dalam Penilaian Prestasi
Menanggulangi Lima Masalah Penilaian Pokok Dalam Skala Pengharkatan
Ada lima masalah pokok yang dapat merusak teknik penilaian seperti skala pengharkatan grafik, yaitu: Standar yang tidak jelas, efek halo, kecondongan memusat, kemurahan hati.
Cara Menghindari Masalah-masalah Penelitian
Pertama-tama, pastikan bahwa manajer benar-benar memahami masalah yang baru saja dibicarakan. Pemahaman atas masalah tersebut merupakan langkah besar pertama dalam upaya menghidarkan masalah-masalah itu.
Kedua, pilih teknik penilaian yang tepat. Setiap teknik, seperti skala pengharkatan grafik atau metode insiden kritis, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Cara Memastikan bahwa Bawahan Memandang Penilaian sebagai hal yang Fair.
a. Traning Pengharkat.
b. Penilaian Prestasi dan Praktek Kepegawaian yang Fair.
5. Siapa yang Seharusnya Melakukan Penilaian?
Soal mengenai siapa yang seharusnya mengharkat pegawai secara aktual merupakan pertanyaan yang penting. Meskipun pengharkatan yang dilakukan oleh supervisor masih merupakan pendekatan yang umum diterapkan, pada dasarnya ada beberapa pilihan yang tersedia.
1. Penilaian oleh Supervisor Langsung. Pengharkatan yang dilakukan oleh supervisor merupakan jantung dari seluruh sistem penilaian umumnya. Hal ini disebabkan karena mudah untuk memperoleh hasil penilaian supervisor dan dapat diterima oleh akal sehat.
2. Penggunaan Penilaian teman Sekerja. Penilaian seorang pegawai oleh teman kerjanya telah terbukti efektif dalam memperkirakan keberhasilan manajemen dimasa depan.

3. Penggunaan Panitia Pengharkatan. Banyak perusahaan menggunakan panitia pengharkatan untuk menilai para pegawai. Panitia ini sering beranggotakan para supervisor langsung dan tiga atau empat anggota adalah supervisor lain; setiap anggota panitia seharusnya mampu menilai prestasi pegawai yang baik.
4. Swa-penilaian. Beberapa perusahaan telah berpengalaman menerapkan pengharkatan prestasi oleh karyawan sendiri(biasanya bersama-sama dengan pengharkatan supervisor).

SOLUSI
Setelah karyawan diterima, ditempatkan dan dipekerjakan maka tugas manajer selanjutnya adalah melakukan penilaian prestasi karyawan. Penilaian prestasi karyawan mutlak harus dilakukan untuk mengetahui prestasi yang dapat dicapai setiap karyawan. Apakah prestasi yang dicapai setiap karyawan baik, sedang, atau kurang. Penilaian prestasi penting bagi setiap karyawan dan berguna bagi perusahaan-perusahaan untuk menetapkan tindakan kebijaksanaan selanjutnya.
1.      Manajer personalia diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas mengenai promosi sebagai suatu wujub dari pengembangan karier yang terdapat diperusahaan, dan diharapkan dengan penyuluhan dan pemberian inofrmasi yang jelas, para karyawan akan menyadari pentingnya peneliaan prestasi kerja sehinnga mereka berlomba-lomba untuk menunjukan prestasi yang optimal.
2.      Manajer personalia perlu menekankan para pejabat penilai untuk bersikap obyektif, pejabat penilai harus melihat factor-faktor dinamis lainnya yang terdapat pada perusahaan.
3.      Perusahaan juga harus membantu para karyawan dalam mengembangkan karier mereka.
4.      Perusahaan juga mempunyai kewajiban untuk lebih memperhatikan keinginan-keiginan para karyawan, terutama menyangkut masalah penilaian prestasi kerja.
Ada beberapa saran yang perlu dikemukakan dalam hal ini antara lain:
1.      Sebaiknya perusahaan menentukan syetem penilaian prestasi kerja dengan kombinasi berbagai macam system, mengingat setap system mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
2.      Perusahaan harus menetapkan syarat-syarat pronosi promosi yang dimyatakan secara tegas dan jelas unyuk digunakan sebagai pedoman oleh setiap karyawan tanpa menimbulkan keraguan dan penafsiran yang berbeda.
3.      Perusahaan harus memilih team penilai yang mempunyai tanggungjawab moral yang ringgi terutama kejujuran dan keadilan sehingga obyektifitas penelian dapat dilaksanakan.

Komentar