MENCIPTAKAN EKUITAS MEREK
MENCIPTAKAN
EKUITAS MEREK
Inti
dari merek yang berhasil adalah produk atau jasa yang hebat, didukung oleh
perencanaan yang seksama, sejumlah besar komitmen jangka panjang, dan pemasaran
yang dirancang dan dijalankan secara kreatif. Merek yang kuat menghasilkan
loyalitas konsumen yang tinggi.
Pemasar
merek abad 21 yang berhasil harus unggul dalam melaksanakan proses manajemen
dari merek-merek strategis. Manajemen merek strategis menggabungkan
desain serta implementasi kegiatan dan programpemasaran untuk membangun,
mengukur, dan mengelola merek untuk memaksimalkan nilai merek. Proses
manajemen merek strategis mempunyai empat langkah utama:
- Mengidentifikasi dan menetapkan positioning merek
- Merencanakan dan mengimplementasikan pemasaran merek
- Mengukur dan menginterpretasikan kinerja merek
- Menumbuhkan dan mempertahankan nilai merek
- Apakah Ekuitas Merek Itu?
American Marketing Association mendefinisikan merek sebagai
“nama, istilah, tanda, lambang, atau desain, atau kombinasinya, yang
dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari salah satu penjual
atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan barang atau jasa dari salah satu
penjual atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan merek dari para pesaing.”
Maka merek adalah produk atau jasa yang dimensinya mendiferensiasikan merek
tersebut dengan beberapa cara dari produk atau jasa yang dimensinya
mendiferensiasikan merek tersebut dengan beberapa cara dari produk atau jasa
lainnya yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan yang sama. Perbedaan ini bisa
fungsional, rasional, atau nyata─berhubungan dengan kinerja produk dari merek.
Perbedaan ini bisa juga lebih bersifat simbolis, emosional, atau tidak
nyata─berhubungan dengan apa yang direpresentasikan merek. Saat ini merek
memainkan sejumlah peran penting yang meningkatkan hidup konsumen dan
meningkatkan nilai keuangan perusahaan.
Peran Merek
Merek mengidentifikasikan sumber atau pembuat produk dan
memungkinkan konsumen─bisa individual atau organisasi─untuk menuntut tanggung
jawab atas kinerjanya kepada pabrikan atau distributor tertentu. Konsumen dapat
mengevaluasi produk yang sama secara berbeda tergantung pada bagaimana
pemerakan produk tersebut. Mereka belajar tentang merek melalui pengalaman masa
lalu dengan produk tersebut dan program pemasarannya, menemukan merek mana yang
memuaskan kebutuhan mereka dan mana yang tidak. Kemampuan merek untuk
menyederhanakan pengambilan keputusan dan mengurangi risiko adalah sesuatu yang
berharga.
Ruang Lingkup Penetapan Merek
Meskipun
perusahaan memberikan momentum untuk penciptaan merek melalui program pemasaran
dan kegiatan lain, ujung-ujungnya merek berdiam di dalam pikiran konsumen.
Merek adalah entitas perseptual yang berakar dalam realitas tetapi mencerminkan
persepsi dan kebiasaan konsumen.
Penetapan
merek (branding) adalah memberikan
kekuatan merek kepada produk dan jasa. Penetapan merek adalah tentang
menciptakan perbedaan antarproduk. Pemasar harus mengajarkan tentang “siapa”
produk itu kepada konsumen─dengan memberikan namanya dan elemen merek lain
untuk mengidentifikasi produk─ begitu pula dengan apa yang dilakukan produk dan
mengapa konsumen harus memperhatikan.
Mendefinisikan Ekuitas Merek
Ekuitas
Merek (brand equity) adalah nilai tambah
yang diberikan pada produk dan jasa. Ekuitas merek dapat tercermin dalam
cara konsumen berpikir, merasa, dan bertindak dalam hubungannya dengan merek,
dan juga harga, pangsa pasar, dan profitabilitas yang diberikan merek bagi
perusahaan.
Prinsip
dari model ekuitas merek berbasis-pelanggan adalah bahwa kekuatan merek
terletak pada apa yang dilihat, dibaca, didengar, dipelajari, dipikirkan, dan
dirasakan pelanggan tentang merek sepanjang waktu.
Ekuitas
merek berbasis-pelanggan (customer-based
brand equity) adalah pengaruh diferensial yang dimiliki pengetahuan merek
atas repons konsumen terhadap pemasaran merek tersebut.
Pertama,
ekuitas merek timbul akibat perbedaan respons konsumen. Jika tidak ada
perbedaan, maka pada intinya produk nama merek merupakan suatu komoditas atau
versi generik dari produk. Persaingan kemungkinan timbul dalam hal harga.
Kedua,
perbedaan respons adalah akibat pengetahuan konsumen tentang merek. Pengetahuan
merek (brand knowledge) terdiri dari semua pikiran, perasaan, citra,
pengalaman, keyakinan, dan lain-lain yang berhubungan dengan merek. Secara
khusus, merek harus menciptakan asosiasi merek yang kuat, menyenangkan, dan
unik dengan pelanggan, seperti yang dilakukan Volvo(keamanan), Hallmark(perhatian),
dan Harley-Davidson(petualangan).
Ketiga,
respons diferensial dari konsumen yang membentuk ekuitas merek tercermin dalam
persepsi, preferensi, dan perilaku yang berhubungan dengan semua aspek
pemasaran merek. Merek yang lebih kuat menghasilkan pendapatan yang lebih
besar.
Karena
itu, tantangan bagi pemasar dalam membangun merek yang kuat adalah memastikan
bahwa pelanggan memiliki jenis pengalaman yang tepat dengan produk, jasa, dan
program pemasaran mereka untuk menciptakan pengetahuan merek yang diinginkan.
Ekuitas Merek sebagai Jembatan
Konsumen
akan memutuskan berdasarkan apa yang mereka pikirkan dan rasakan tentang merek,
ke mana (dan bagaimana) mereka pikir merek itu seharusnya dipersepsikan dan
berkenan (atau tidak) akan segala bentuk tindakan atau program pemasaran.
Janji
merek (brand promise) adalah visi
pemasar tentang seperti apa merek seharusnya dan apa yang harus dilakukan merek
untuk konsumen. Pada akhirnya, nilai dan prospek masa depan merek sebenarnya
terletak pada konsumen, pengetahuan mereka tentang merek, dan kemungkinan
respons mereka terhadap kegiatan pemasaran sebagai hasil dari pengetahuan ini.
Memahami pengetahuan merek konsumen─ semua hal yang terhubung dengan merek yang
bersangkutan dalam pikiran konsumen─ sangat penting karena merupakan dasar
ekuitas merek.
Model Ekuitas Merek
Meskipun
pemasar berpandangan serupa mengenai prinsip penetapan merek dasar, sejumlah
model ekuitas merek menawarkan beberapa perspektif berbeda. Berikut adalah
empat dari model-model yang sudah banyak diterima.
PENILAI ASET MEREK Menurut model ekuitas merek yang disebut penilai aset
merek(Brand Asset Valuator─BAV) ada lima komponen kunci dari ekuitas
merek, yaitu:
- Diferensiasi (Differentiation) mengukur tingkat sejauh di mana merek dianggap berbeda dari merek lain.
- Energi (Energy) mengukur arti momentum merek.
- Relevansi (Relevance) mengukur cakupan daya tarik merek.
- Harga diri(Esteem) mengukur seberapa baik merek dihargai dan dihormati.
- Pengetahuan (Knowledge) mengukur kadar keakraban dan keintiman konsumen dengan merek.
Diferensiasi,
Energi, dan relefansi digabungkan untuk menentukan Kekuatan Merek yang
Menggerakkan. Ketiga pilar ini menunjukkan nilai masa depan merek. Harga
Diri dan Pengetahuan bersama-sama menciptakan Reputasi Merek, yang lebih
merupakan “kartu laporan” tentang kinerja masa lalu.
BRANDZ
Konnsultan riset pemasaran Millward
Brown dan WPP mengembangkan model kekuatan merek BRANDZ, di mana pada intinya
terdapat piramid BrandDynamics. Menurut model ini, pembangunan merek mengikuti
sederet langkah yang berurutan, masing-masing bergantung pada keberhasilan
pencapaian langkah sebelumnya.
MODEL
AAKER David Aaker memandang ekuitas merek
sebagai kesadaran merek (brand awareness), loyalitas merek, dan
asosiasi merek yang bersama-sama menambah atau mengurangi nilai yang diberikan
sebuah produk atau jasa. Menurut Aaker, manajemen merek dimulai dengan
mengembangkan identitas merek─ sekumpulan asosiasi merek yang unik yang
mewakili tujuan dan janji merek kepada pelanggan, sebuah citra merek yang
aspirasional.
MODEL
RESONANSI MEREK Model resonansi merek juga memandang
pembangunan merek sebagai sederet langkah yang menapak naik, dari bawah ke
atas: (1) memastikan teridentifikasinya merek oleh pelanggan dan memastikan
asosiasi merek dalam pikiran pelanggan dengan satu kelas produk atau kebutuhan
pelanggan tertentu; (2) memastikan tertanamnya arti merek secara total dalam
pikiran pelanggan dengan mengaitkan sejumlah asosiasi merek yang nyata dan
tidak nyata secara strategis; (3) mendapatkan respons pelanggan yang tepat
dalam hubungannya dengan penilaian dan perasaan terkait dengan merek; dan (4)
mengubah respons merek untuk menciptakan hubungan loyalitas yang intens dan
aktif antara pelanggan dan merek.
- Membangun Ekuitas Merek
Pemasar
membangun ekuitas merek dengan menciptakan struktur pengetahuan merek yang
tepat untuk konsumen yang tepat. Proses ini bergantung pada semua kontak
yang berhubungan dengan merek─ baik dilakukan oleh pemasar maupun bukan.
Meskipun demikian dari pespektif manajemen pemasaran ada tiga kumpulan utama penggerak
ekuitas merek:
1. Pilihan awal untuk
elemen atau identitas merek yang membentuk merek (nama merek, URL, logo,
lambang, karakter, juru bicara, slogan, lagu, kemasan, dan papan iklan)
Jika anggaran perusahaan terbatas, perusahaan harus yakin
bahwa kemasan yang menarik dan produk yang inovatif dapat bekerja lebih keras
untuk mengekspersikan positioning merek.
2. Produk dan jasa
serta semua kegiatan pemasaran dan program pemasaran pendukung yang
menyertainya
3. Asosiasi lain yang
diberikan secara tidak langsung ke merek dengan menghubungkan merek tersebut
dengan berbeda entitas lain(orang, tempat, atau barang)
Memilih Elemen Merek
Elemen
merek (brand element) adalah alat
pemberi nama dagang yang mengidentifikasikan dan mendiferensiasikan merek.
Sebagian besar merek kuat menerapkan berbagai elemen merek. Nike mempunyai
lambang “swoosh” yang unik, slogan “Just Do It” yang memberdayakan,dan nama
“Nike” diambil dari dewi kemenangan yang bersayap.
Pemasar harus memilih elemen merek untuk membangun ekuitas
merek sebanyak mungkin. Uji kemampuan pembangunan-merek dari elemen-elemen ini
adalah apa yang dipikirkan atau dirasakan konsumen terhadap merek jika hanya
elemen merek yang mereka ketahui. Elemen merek yang memberikan kontribusi
positif pada ekuitas merek, misalnya memperlihatkan asosiasi atau respons niali
tertentu.
KRITERIA
PILIHAN ELEMEN MEREK Ada enam kriteria utama untuk
memilih elemen merek. Tiga yang pertama─ dapat diingat, berarti, dan dapat
disukai─ adalah “pembangunan merek.” Tiga yang terakhir─ dapat ditransfer,
dapat disesuaikan, dand apat dilindungi─ adalah kriteria “defensif” dan
berhubungan dengan cara mempengaruhi dan melindungi ekuitas elemen merek dalam
menghadapi peluang dan keterbatasan.
1. Dapat diingat─ Seberapa mudah elemen merek itu diingat dan dikenali?
Apakah berlaku dalam pembelian maupun konsumsi? Nama-nama pendek seperti Tide, Crest,
dan Puffs adalah elemen merek yang mudah diingat.
2. Berarti─
Apakah elemen merek itu kredibel dan mengindikasikan kategori yang berhubungan
dengannya? Apakah elemen merek itu menyiratkan sesuatu tentang bahan produk
atau tipe orang yang mungkin menggunakan merek?
3. Dapat disukai─ Seberapa menarik estetika elemen merek? Apakah elemen
merek itu dapat disukai secara visual, secara verbal, dan cara lain?
4. Dapat ditransfer─ Apakah elemen merek dapaat digunakan untuk memperkenalkan
produk baru dalam kategori yang sama atau berbeda? Apakah elemen merek itu
menambah ekuitas merek melintasi batas geografis dan segmen pasar?
Meskipun pada mulanya merupakan penujual buku online, Amazon.com cukup cerdik
untuk tidak menyebut dirinya sendiri “Books’R’ Us.” Amazon terkenal sebagai
sungai terbesar di dunia, dan nama itu menyiratkan berbagai macam barang yang
dapat dikirimkan, satu gambaran penting tentang beragam produk yang kini dijual
diperusahaan tersebut.
5. Dapat
disesuaikan─ Seberapa mudah elemen merek itu
disesuaikan dan diperbaharui?
6. Dapat
dilindungi─ Seberapa mudah elemen merek itu
dapat dilindungi secara hukum? Seberapa mudah elemen merek dapat dilindungi
secara kompetitif?
MENGEMBANGKAN
ELEMEN MEREK Elemen merek dapat memainkan
sejumlah peranan pembangunan merek. Jika konsumen tidak memeriksa banyak
informasi dalam mengambil keputusan produk mereka, elemen merek seharusnya
mudah dikenali dan diingat serta bersifat deskriptif dan persuasif. Keramahan
dan daya tarik elemen merek juga dapat memainkan peran penting dalam kesadaran
dan asosiasi yang mengarah pada ekuitas merek.
Seperti
nama merek, semboyan merupakan sarana yang sangat efisien untuk membangun
ekuitas merek. Mereka dapat berfungsi sebagai “kait” atau “pegangan” untuk
membantu konsumen memahami merek dan apa yang membuatnya spesial, merangkum dan
menerjemahkan maksud program pemasaran.
Merancang Kegiatan
Pemasaran Holistik
Merek tidak hanya dibangun dari
iklan semata. Pelanggan mengenal merek melalui banyak sentuhan dan titik
kontak: observasi dan penggunaan pribadi, berrita dari mulut ke mulut,
interaksi dengan personel perusahaan, pengalaman inline atau telepon, dan
transaksi pembayaran. Kontak merek (brand contact) adalah semua
pengalaman yang membawa informasi, baik positif maupun negatif, yang dimiliki
pelanggan atau prospek dengan merek, kategori produk, atau pasar yang
berhubungan dengan produk atau jasa pemasar. Perusahaan harus melakukan usaha
untuk mengelola pengalaman-pengalaman ini sekeras seperti ketika memproduksi
iklannya.
Strategi dan taktik di balik program
pemasaran telah berubah dramatis dalam tahun-tahun terakhir. Pemasar
menciptakan kontak merek dan membangun ekuitas merek melalui banyak jalan,
seperti klub dan komunitas konsumen, pameran dagang, pemasaran acara, sponsor,
kunjungan pabrik, hubungan masyarakat dan konferensi pers, serta pemasaran yang
bertujuan sosial. Pemasaran holistik menekankan tiga tema baru yang penting
dalam merancang program pemasaran pembangunan merek: personalisasi, itegrasi,
dan internalisasi.
PERSONALISASI Pemasaran personalisasi adalah tentang memastikan merek dan
pemasarannya serelevan mungkin dengan sebanyak mungkin pelanggan─ sebuah
tantangan, mengingat tidak ada dua pelanggan yang identik.
INTEGRASI Pemasaran Integrasi (Integrated Marketing) adala
tentang membaurkan dan menyesuaikan kegiatan pemasaran untuk memaksimalkan efek
individual dan kolektif mereka. Untuk mencapainya, pemasar memerlukan beragam
kegiatan pemasaran berbeda yang memperkuat janji merek. Kita dapat mengevaluasi
semua kegiatan pemasaran terintegrasi berdasarkan efektivitas dan efisiensi
kegiatan tersebut dalam mempengaruhi kesadaran merek dan menciptakan,
mempertahankan, atau memperkuat citra merek.
Citra merek tidak sama dengan
identitas. Identitas adalah cara perusahaan membidik untuk
mengidentifikasi atau memposisikan dirinya sendiri atau produknya. Citra adalah
cara masyarakat menganggap mereka secara aktual. Agar citra merek yang benar
dapat tertanam dalam pikiran konsumen, pemasar harus memperlihatkan identitas
merek melalui semua sarana komunikasi dan kontak merek yang tersedia. Identitas
harus disebarkan dalam iklan, laporan tahunan, brosur, katalog, kemasan, alat
tulis perusahaan, dan kartu bisnis.
INTERNALISASI Penetapan merek internal (internal branding) adalah
kegiatan dari proses yang membantu memberi informasi dan menginspirasi
karyawan. Penting bagi perusahaan jasa dan pengecer bahwa semua karyawan
mempunyai pemahaman yang mendalam dan terkini tentang merek dan janjinya.
Pemasar hoistik bahkan harus melangkah lebih jauh dan melatih serta mendorong
distributor dan penyalur untuk melayani pelanggan mereka dengan baik. Penyalu
yang tidak terlatih dapat menghancurkan usaha terbaik untuk membangun citra
merek yang kuat.
Ikatan merek terjadi ketika pelanggan mengalami penghantaran janji merek
oleh perusahaan.. semua hubungan pelanggan dengan karyawan perusahaan dan
komunikasi perusahaan harus positif. Janji merek tidak akan dihantarkan
kecuali semua orang dalam perusahaan menghidupkan merek itu. Disney begitu
berhasil pada penetapan merek internal dan membuat karyawan mendukung mereknya
ketika Disney mengadakan seminar tentang “Gaya Disney” untuk karyawan dari
perusahaan lain.
Ketika karyawan peduli dan percaya
terhadap merek, mereka termotivasi untuk bekerja lebih keras dan merasakan
loyalitas yang lebi besar kepada perusahaan. Beberapa prinsip penting untuk
penetapan merek internal adalah:
- Memilih saat yang tepat─ Titik balik adalah peluang ideal untuk menangkap perhatian dan imajinasi karyawan.
- Menghubungkan pemasaran internal dan eksternal─ Pesan internal dan eksternal harus sesuai.
- Menghidupkan merek bagi karyawan─ Kampanye penetapan merek yang profesional harus didasarkan pada riset pemasaran dan disupervisi oleh departemen pemasaran. Komunikasi internal harus informatif dan memberi semangat.
Mengangkat Asosiasi
Sekunder
Cara
ketiga dan terakhir untuk membangun ekuitas merek, sebenarnya, adalah
“meminjamnya.” Maksudnya adalah menciptakan ekuitas merek dengan menghubungkan
merek ke informasi lain dalam ingatan yang memperlihatkan arti bagi konsumen
Asosiasi
merek “Sekunder” ini dapat menghubungkan merek dengan sumber-sumber, seperti
perusahaan itu sendiri (melalui strategi penetapan merek), dengan negara atau
wilayah geografis lain (melalui identifikasi asal produk), dan dengan saluran
distribusi (melalui strategi saluran); begitu pula dengan merek lain (melalui
bahan atau pemerekan bersama), karakter(melalui lisensi), juru bicara(melalui
pensponsoran), acara olahraga atau budaya (melalui kegiatan sponsor), atau
beberapa sumber pihak ketiga lain(melalui penghargaan atau ulasan).
- Mengukur Ekuitas Merek
Karena
kekuatan merek terletak dalam pikiran konsumen dan cara merek mengubah respons
konsumen terhadap pemasaran, ada dua pendekatan dasar untuk mengukur ekuitas
merek. Pendekatan tidak langsung menilai sumber ekuitas merek yang
potensial dengan megidentifikasi dan melacak struktur pengetahuan merek
konsumen. Pendekatan langsung menilai dampak aktual pengetahuan merek
terhadap respons konsumen pada berbagai aspek pemasaran.
Audit merek (brand
audit) adalah sederet prosedur yang berfokus pada konsumen untuk menilai
kesehatan merek, mengungkap sumber ekuitas mereknya, dan menyarankan cara untuk
meningkatkan dan mengangkat ekuitasnya. Pemasar harus melaksanakan audit merek
kapanpun mereka ingin melakukan perubahan penting dalam arah strategis. Audit
adalah pendukung yang sangat berguna untuk para manajer ketika mereka
menetapkan rencana pemasaran mereka.
Studi
penelusuran merek(brand-tracking studies) mengumpulkan
data kuantitatif dari konsumen secara rutin sepanajang waktu untuk memberikan
informasi dasar yang konsisten tentang bagaimana kinerja merek dan program
pemasaran mereka pada aspek-aspek kunci. Studi penelusuran merupakan alat untuk
memahami di mana, berapa banyak, dan dengan cara apa nilai merek diciptakan,
untuk memfasilitasi pengambilan keputusan harian.
Penilaian Merek
Pemasar harus membedakan ekuitas
merek dengan penilaian merek ( brand valuation), yaitu pekerjaan
memperkirakan nilai keuangan total dari merek.
- Mengelola Ekuitas Merek
Pengelolaan
merek yang efektif membutuhkan tindakan pemasaran jangkan panjang. Karena
respons pelanggan terhadap aktivitas pemasaran tergantung pada apa yang mereka
ketahui tentang sebuah merek, tindakan pemasaran jangka pendek, dengan mengubah
pengetahuan merek, sangat mempengaruhi peningkatan atau penurunan kesuksesan
jangka panjang tindakan pemasaran di masa depan.
Penguatan Merek
Ekuitas
merek diperkuat oleh tindakan pemasaran yang secara konsisten menyampaikan arti
suatu merek dalam hal: (1) produk apa yang direpresentasikan oleh merek, apa
manfaat inti yang diberikan, dan kebutuhan apa yang dipenuhi, dan juga (2)
bagaimana merek membuat produk memnjadi unggu., di mana asosiasi merek yang
kuat, disukai dan unik harus berada pada pikiran konsumen.
Memperkuat
ekuitas merek membutuhkan inovasi dan relevansi di seluruh program pemasaran.
Merek harus bergerak maju─ tapi bergerak maju pada arah yang benar, dengan
penawaran baru yang menarik dan cara-cara untuk memasarkannya.
Satu
bagian penting dari penguatan merek adalah menyadiakan dukungan pemasaran yang
konsisten dalam jumlah dan jenisnya. Konsistensi tidak berarti semata-mata
keseragaman tanpa perubahan: banyak perubahan taktis mungkin diperlukan untuk
mempertahankan kekuatan dan arah strategis suatu merek. Namun, terkecuali
terjadi perubahan dalam lingkungan pemasaran, kita tidak terlalu perlu
menyimpang dari positioning yang telah berhasil. Ketika perubahan memang
diperlukan, pemasar harus habis-habisan melindungi dan mempertahankan
sumber-sumber ekuitas merek.
Revitalisasi Merek
Perubahan
selera dan preferensi konsumen, kemunculan pesaing baru atau teknologi baru,
atau semua perkembangan dalam lingkungan pemasaran dapat mempengaruhi
peruntungan merek.
Sering
kali, hal pertama yang harus dilakukan dalam merevitalisasi merek adalah
memahami sumber-sumber apa dari ekuitas merek yang bisa dipakai sebagai awal
langkah. Apakah asosiasi yang positif kehilangan kekuatan atau keunikannya?
Apakah asosiasi negatif mulai dikait-kaitkan dengan merek? Lalu putuskan apakah
kita akan mempertahankan positoning yang sama atau menciptakan positioning
baru, dan jika demikian, positoning baru yang mana.
- Merencanakan Strategi Penetapan Merek
Strategi
penetapan merek (branding strategy)
perusahaan mencerminkan jumlah dan jenis baik elemen merek umum maupun unik
yang diterapkan perusahaan pada produk yang dijualnya. Memutuskan cara
menetapkan merek produk baru merupakan hal yang sangat penting. Ketika
perusahaan meperkenalkan produk baru, perusahaan mempunyai tiga pilihan utama:
1. Perusahaan dapat mengembangkan elemen merek baru untuk
produk baru.
2. Perusahaan dapat menerapkan beberapa elemen mereknya yang
sudah ada.
3. Perusahaan dapat menggunakan kombinasi elemen merek baru dan
yang ada.
Ketika perusahaan menggunakan merek
yang sudah mapan untuk memperkenalkan sebuah produk baru, produk itu disebut perluasan
merek (brand extension). Ketika oemasar menggabungkan merek baru
dengan merek yang ada, perluasan merek dapat disebut submerek(subbrand).
Merek yang sudah ada yang melahirkan perluasan merek atau submerek adalah merek
induk (parent brand). Jika merek induk sudah diasosiasikan dengan
berbagai produk melalui perluasan merek, merek induk dapat disebut juga merek
keluarga(family brand).
Perluasan
merek dibagi menjadi dua kategori umum: Dalam perluasan lini(line
extension), merek induk mencakup produk baru di dalam kategori produk yang
dilayaninya saat ini, seperti rasa, bentuk, warna, bahan, dan ukuran kemasan yang
baru. Dalam perluasan kategori (category extension), merek induk
digunakan untuk memasuki kategori produk berbeda dari kategori yang dilayaninya
saat ini.
Lini
merek(brand line)terdiri dari
semua produk─ produk asli dan juga perluasan lini dan kategori─ dijual dalam
merek tertentu. Bauran merek/ pilihan merek (brand mix/assortment)
adalah kumpulan semua lini merek yang disediakan penjual tertentu kepada
pembeli. Sekarang banyak perusahaan memperkenalkan varian bermerek(branded
variant), yaitu lini merek khusus yang disediakan untuk pengecer atau
saluran distribusi tertentu. Varian bermerek ini merupakan hasil dari tekanan
pengecer kepada konsumen untuk menyediakan penawaran berbeda.
Produk berlisensi(licensed product) adalah
produk yang nama mereknya telah dilisensikan kepada produsen lain yang
benar-benar membuat produk. Korporasi melakukan pemberian lisensi untuk
mendorong nama dan citra perusahaan mereka di sejumlah besar produk.
Keputusan Penetapan merek
Ada empat strategi umum dalam
menetapkan merek
- Nama individual
- Nama keluarga dan selimut
- Nama keluarga terpisah untuk semua produk
- Nama korporat digabungkan dengan nama produk indvidual
Keunggulan perluasan merek
- Dapat memfasilitasi penerimaan produk baru
- Memberikan umpan balik positif kepada merek induk dan perusahaan
Kekurangan perluasan merek Pada sisi buruknya, perluasan lini dapat menyebabkan
nama merek tidak terlalu kuat teridentifikasi dengan produk manapun.
KARAKTERISTIK SUKSES Pemasar harus memutuskan setiap potensi perluasan merek berdasarkan
seberapa efektif perluasan merek tersebut mengangkat ekuitas merek lama dari
merek induk, dan juga, pada gilirannya, seberapa efektif perluasan merek ini
berkontribusi terhadap ekuitas merek induk.
PANDANGAN RISET TENTANG
PERLUASAN MEREK
- Perluasan merek yang berhsil terjadi ketika merek induk dilihat mempunyai asosiasi yang menyenangkan dan ada kesesuaian persepsi antara merek induk dan produk perluasan.
- Ada banyak dasar kesesuaian: atribut dan manfaat yan berhubungan dengan produk, dan juga atribut dan manfaat yang tidak berhubungan dengan produk tetapi berhubungan dengan situasi pengguanaan umum atau tipe penggunaan.
- Merek kualitas tinggi membentang lebih jauh daripada merek kualits rata-rata, meskipun kedua tipe merek mempunyai batasan.
- Perluasan yang berhasil tidak hanya dapat berkontribusi pada citra merek induk, tetapi juga memungkinkan merek diperluas lebih jauh.
- Perluasan yang gagal melukai merek induk hanya ketika ada dasar kesesuaian yang kuat antara keduanya.
Portofolio
merek adalah kumpulan semua merek
dan lini merek yang ditawarkan perusahaan tertentu untuk dijual dalam satu
kategori atau segmen pasar tertentu.
Pemasar
mengamati portofolio merek secara cermat sepanjang waktu untuk mengidentifikasi
merek yang lemah dan membunuh merek yang tidak menguntungkan. Lini merek dengan
merek yang terdiferensiasi secara buruk cenderung ditandai dengan banyaknya
kanibalisme sehingga memerlukan pengurangan. Merek juga dapat memainkan
sejumlah peran khusus sebagai bagian dari portofolio.
FLANKER
Flanker atau merek “petarung” diposisikan dengan memperhatikan merek
pesaing sehingga merek utama (flagship brand)yang lebih penting( dan
lebih mengungtungkan) dapat mempertahankan positioning yang mereka
inginkan. Pemasar harus cermat dalam merancang merek petarung, yang tidak boleh
begitu menarik sehingga mengambil penjualan merek pembandingnya yang lebih
mahal. Pada saat yang sama, jika merek petarung dianggap berhubungan dengan
merek lain dalam prtofolio dalam satu atau lain cara─ katakanlah, karena
strategi penetapan merek umum─ maka merek petarung tidak dapat dirancang begitu
murah sehingga terlihat buruk dibanding merek-merek lainnya.
SAPI
PERAH (CASH COW) Beberapa merek tetap dipertahankan
walaupun penjualannya menurun karena mereka masi memiliki pelanggan yang cukup
besardan mempertahankan profitabilitas mereka hampir tanpa dukungan pemasaran.
TINGKAT
PEMULA KELAS BAWAH Peran merek yang relatif murah dalam
protofolio sering kali untuk menarik pelanggan ke waralaba merek. Pengecer suka
menampilkan “pembangun lalu lintas” ini karena merek-merek ini mampu
“meningkatkan” pelanggan ke merek yang lebih mahal. Misalnya, BMW
memperkenalkan model tertentu dalam mobil seri 3-nya, sebagian sebagai sarana
membawa pelanggan baru ke waralaba merek, dengan harapan mereka dapat
“meningkatkan pelanggan tersebut” ke model yang lebih mahal ketika mereka
memutuskan untuk menukar mobil mereka.
PRESTIS
KELAS ATAS Peran merek yang relatif mahal
sering kali untuk menambah gengsi dan kredibilitas bagi seluruh portofolio.
Ekuitas Pelanggan
Ekuitas
pelanggan merupakan konsep pelengkap untuk ekuitas merek yang merefleksikan
jumlah dari nilai-nilai seumur hidup dari seluruh pelanggan untuk sebuah merek.
KESIMPULAN DARI BAB INI
- Sebuah merek adalah sebuah nama, tanda, simbol, desain atau kombinasi dari beberapa elemen ini, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang dan jasa dari satu atau sekumpulan penjual dan untuk mendiferensiasikan mereka dari para pesaingnya. Komponen yang berbeda dari merek─nama merek, logo, simbol, desain kemasan, dan lainnya─ disebut sebagai elemen merek.
- Merek menawarkan sejumlah manfaat bagi pelanggan dan perusahaan. Merek merupakan aset tak berwujud yang berharga yang perlu dikelola dengan seksama. Kunci dari penetapan merek adalah membuat pelanggan menyadari perbedaan di antara merek-merek dalam sebuah kategori produk.
- Ekuitas merek harus didefinisikan berdasarkan efek pemasaran yang secara unik dapat diatributkan ke sebuah merek. Artinya, ekuitas merek terkait dengan fakta bahwa akan diperoleh hasil yang berbeda dari pemasaran suatu produk atau jasa karena mereknya, dibandingkan dengan hasil bila produk atau jasa yang sama tidak teridentifikasi oleh merek tersebut.
- Pembangunan ekuitas merek bergantung pada tiga faktor utama (1) pilihan awal untuk elemen atau identitas merek yang membentuk merek (2)cara merek diintegrasikan ke dalam dukuungan program pemasaran; dan (3) asosiasi yang dipindahkan secara tidak langsung ke merek dengan menghubungkan merek dengan entitas lainnya (misalnya perusahaan, negara asal, saluran distribusi, atau merek lain.)
- Ekuitas merek perlu diukur agar dapat dikelola dengan baik. Audit merek mengukur “dimana merek selama ini berada” dan studi penelusuran mengukur “dimana merek berada sekarang”dan apakah program pemasaran mencapai efek yang diinginkan.
- Strategi penetapan merek untuk sebuah perusahaan mengidentifikasi elemen mana yang dipilih perusahaan untuk diterapkan ke berbagai produk yang mereka jual. Dalam perluasan merek, perusahaan menggunakan merek yang sudah mapan untuk memperkenalkan produk baru. Perluasan potensial harus dinilai dari seberapa efektif perluasan nantinya mampu mengangkat ekuitas merek yang sudah ada ke produk baru, dan juga seberapa efektif perluasan , pada gilirannya, berkontribusi pada ekuitas dari merek induknya.
- Merek dapat memainkan peran yang berbeda dalam potofolio merek. Merek dapat memperluas cakupan, memberikan proteksi, memperluas citra, atau memenuhi beragam peran lain bagi perusahaan. Masing-masing produk nama merek harus memiliki positioning yang didefinisikan dengan baik. Dengan demikian, merek dapat memaksimalkan cakupan dan maminimalkan tumpang tindih dan ujungnya mengoptimalkan portofolio.
- Ekuitas pelanggan merupakan konsep pelengkap untuk ekuitas merek yang merefleksikan jumlah dari nilai-nilai seumur hidup dari seluruh pelanggan untuk sebuah merek.
Komentar
Posting Komentar